Sabtu, 07 Januari 2017

Studi: Makanan Mahal Belum Tentu Sehat

Menurut satu buah studi terkini yg dipublikasikan dalam Journal of Consumer Research, banyak orang-orang yakin kalau makanan sehat mesti lebih mahal dari makanan yg tdk sehat, serta kalau makanan sehat benar-benar udah selayaknya mahal.
Bahkan juga, peneliti dalam studi itu menemukannya harga yg tinggi dapat menekankan costumer kalau makanan itu sehat.
" Ini memprihatinkan. Temuan ini memberikan kalau harga makanan saja mampu berefek pada persepsi kita perihal apa makanan yg sehat, " kata Rebecca Reczek, asisten penulis studi sekalian profesor pemasaran di The Ohio State University Fisher College of Business, seperti dilansir dari Huffington Post.
Menurut Reczek, arah dari studi ini merupakan utk menguji keyakinan digemari banyak orang, yg di kenal juga sebagai teori pemula, kalau mengkonsumsi makanan sehat artinya Kamu mesti siap menggunakan tambah banyak duwit.
Dalam satu percobaan, tim Reczek berikan serangkaian peserta product makanan baru yg dimaksud ‘granola bite’. Berapa peserta di beri tahu kalau product itu sangatlah sehat. Peserta lain di beri tahu kalau product itu miliki nilai gizi yg sedikit.
Akhirnya, peserta yg di beri tahu kalau ‘granola bite’ merupakan makanan yg sehat, menebak makanan itu miliki harga yg mahal. Demikian sebaliknya, mereka yg di beri tahu makanan itu tdk sangat sehat, menebak harga ‘granola bite’ makin lebih murah.
" Beberapa orang tdk yakin kalau protein bar yg paling sehat didunia memang miliki harga yg lebih murah dari rata-rata. Mereka mesti membaca label nutrisi utk menekankan diri mereka kalau ini benar terdapatnya. Mereka lebih enteng menyimpulkan, kalau protein bar yg menyehatkan miliki harga 2 x lipat dari rata-rata, ” kata Reczek.
Sebetulnya, biasanya orang yakin kalau makanan sehat selayaknya miliki harga mahal, menurut Reczek. Walaupun sebenarnya itu merupakan pikiran yg salah. Karena itu, ia menganjurkan orang biar mulai belanja cerdas.
" Kita mampu memperbandingkan label nutrisi serta kita mampu laksanakan analisa saat sebelum pergi ke swalayan. Kita mampu memanfaatkan realita, bukan hanya intuisi kita, ” ujarnya.

Sumber : Viva

Tidak ada komentar:

Posting Komentar